Asal usul nama teddy bear


Kenapa namanya teddy bear?
ini alasannya:
Suatu hari, Presiden Theodore Roosevelt pergi berburu. Seekor beruang tertangkap dan diikat agar presiden dapat menembaknya, namun Presiden Roosevelt tidak mau membunuh beruang itu. Kisah ini menjadi terkenal ketika dilaporkan di surat kabar dan digambar dalam bentuk kartun.

Seorang laki-laki bernama Morris Michtom memiliki toko permen dan alat-alat tulis. Istrinya yang bernama Rose kadang-kadang membuat boneka beruang kecil yang diletakkan di jendela toko mereka. Morris melihat kartun beruang di koran dan mendapatkan ide. Dia minta istrinya membuat beberapa beruang khusus seperti yang ada dalam gambar kartun itu.

Lalu Morris menulis surat yang ditujukan ke Gedung Putih, menanyakan apakah beruang baru itu boleh diberi nama seperti nama Presiden. Presiden membalas surat itu, “Saya pikir nama saya tidak begitu berharga dalam bisnis beruang, tapi anda boleh saja menggunakannya.”

Maka Morris meletakkan beruang-beruang baru itu di jendela tokonya, di sebelah gambar kartun. Boneka beruang itu dinamai dengan nama panggilan Presiden Roosevelt, Teddy. Dan sampai sekarang boneka beruang tersebut terkenal dengan nama “Teddy Bear”.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Mudah Agar Tubuh Kebal Penyakit

Banyak cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya dengan berolahraga dan makan-makanan bergizi. Jika Anda rentan sakit, cobalah lima cara seru berikut agar sistem kekebalan tubuh jadi lebih baik, seperti dikutip dari http://www.care2.com.

1. Berciuman

Berciuman dapat membantu Anda menangkal virus flu. Dengan berciuman, Anda saling bertukar bakteri yang yang dapat meningkatkan kekebalan alami tubuh. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan berciuman dengan pasangan. Selain itu, bercinta juga bisa meningkatkan produksi immunoglobulin A (IgA), yaitu protein yang membuat bakteri patogen pemicu penyakit tidak berkembang menjadi penyakit.

2. Mendengarkan musik

Penelitian menunjukan mendengarkan musik juga meningkatkan produksi protein IgA. Tetapi untuk mendapatkan manfaat ini, Anda harus mendengarkan jenis musik jazz, bluegrass atau soft rock selama 30 menit. Terutama ketika muncul rasa nyeri dan stres. Bahkan setelah tak lagi mendengarkan musik, produksi IgA tetap berlangsung selama 30 menit.

3. Jalan cepat

Penelitian menunjukan berjalan cepat dengan membawa batu selama 45 menit selama empat hari atau lebih dalam satu minggu bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi frekuensi sakit. Jika Anda tidak sangggup membawa beban, cukup jalan cepat saja, tetapi jangan berlari.

4. Jangan menghembuskan napas terlalu kencang

Ketika sakit, hidung cenderung tersumbat dengan lendir. Daripada memuaskan keinginan untuk menghembuskannya keluar dengan kencang lebih baik konsumsi. Atau, keluarkan lendir satu persatu, hidung kanan atau hidung kiri dahulu. Itu karena hembusan keras sebenarnya bisa mendorong lendir masuk ke dalam sinus dan bisa membuatnya lebih sakit.

5. Sauna

Sama dengan minum banyak air putih, mandi sauna berfungsi untuk mengeluarkan racun dalam tubuh atau detoksifikasi. Racun yang mengendap dalam tubuh jika dibiarkan bisa membuat sistem imunitas menurun dan Anda pun mudah terserang penyakit.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Optimus Black, SmartPhone Tertipis di Dunia

LG memenuhi janjinya untuk membuat smartphone layar sentuh tertipis di dunia. LG Optimus Black hanya memiliki ketebalan sekira 9,2 milimeter.

Smartphone ini tersedia pertama kali saat dipamerkan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2011 di Las Vegas pekan ini. LG Optimus Black memiliki layar berteknologi NOVA yang didesain memberikan tampilan yang lebih terang, jernih dan dapat terbaca meski terang layar berada di level 700 nits untuk penglihatan optimal.

Canggihnya lagi, layar NOVA yang diusung LG Optimus Black mampu secara signifikan mengurangi konsumsi daya hingga 50 persen saat digunakan di dalam ruangan, dibandingkan LCD konvensional lainnya milik LG.

Tentu saja layar ini lebih terang dan jelas dipandang mata. Di bawah sinar matahari pun, layar Optimus Black dinyatakan masih dapat dengan jelas terlihat.

NOVA display hampir sama dengan teknologi AMOLED yang mengonsumsi tenaga dua kali lebih banyak dibanding NOVA untuk menghadirkan tampilan layar putih secara maksimal. Layar putih merupakan tampilan yang paling banyak digunakan saat web browsing.

Saat dilihat, ketebalan LG Optimus Black seolah menyusut menjadi hanya 6 milimeter. Hal ini karena desain lengkungan yang halus pada smartphone tersebut mampu menciptakan ilusi ketipisan yang lebih besar. Hal ini membuat Optimus Black terlihat lebih langsing ketimbang saat dipegang. Untuk menciptakan ketipisan sedemikian rupa, LG harus menyematkan Receiver di belakang bodi ponsel sehingga tidak terlalu terlihat.

“Kami sangat senang memperkenalkan smartphone Android gaya baru dan mengharapkan LG Optimus Black dapat memainkan peran penting di pasar ponsel,” kata Park Jong-seok, Presiden dan CEO LG Electronics Mobile Communications seperti diberitakan Cellular News.

“LG Optimus Black mencerminkan inti kekuatan teknologi kami yang maju, baik dalam tampilan dan desain, menawarkan layar terang dan desain tertipis di dunia dalam satu paket yang menarik dan cerdas,” tambahnya.

Android Froyo atau versi 2.2 dipilih sebagai OS Optimus Black. OS ini dimodifikasi dengan interface buatan LG yakni Optimus UI 2.0. Salah satu kemampuannya adalah memungkinkan user mengakses pesan, email danmissed call di layar yang terkunci, cukup dengan satu sentuhan.

LG menjanjikan, Optimus Black nantinya dengan mudah dapat di-upgrade ke Android 2,3 alias Gingerbread.

LG Optimus Black akan digelontorkan secara global pada pertengahan tahun 2011 ini dengan harga yang masih dirahasikan.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sejauh Apa Kekuatan Bersin dan Batuk?

Penasaran seberapa jauh kekuatan bersin? Atau benarkah anggapan bahwa orang dapat menghentikan penyebaran kuman dengan menutup mulut saat batuk?

Dengan menggunakan cermin raksasa dan kamera berkecepatan tinggi, ilmuwan di Singapura mencoba untuk mencari tahu bagaimana penyebaran virus flu di udara terjadi atau bila hal tersebut terjadi.

Peralatan yang mereka butuhkan digunakan untuk mengamati secara langsung saat seseorang menyemburkan butiran cairan saat batuk, bersin, tertawa dan bicara dan mereka berharap hasilnya dapat digunakan untuk membuat panduan yang lebih baik untuk mengendalikan infeksi.

“Suatu keharusan untuk menginformasikan kepada tim pengendalian infeksi karena ada kontroversi saat ini mengenai apakah patogen, misalnya untuk flu, tersebar lewat udara dan bila demikian, seberapa signifikan penyebaran lewat udara dibanding dengan cara lain seperti dengan kontak langsung,” kata ketua tim Julian Tang, virolog dan konsultan untuk Rumah Sakit Singapore National University.

Meski tampaknya penderita flu dapat menulari orang lain melalui batuk atau bersin, hanya sedikit yang diketahui mengenai jarak dampak batuk atau bersin tersebut atau banyaknya udara –dan virus– yang terkandung dari batuk dan bersin itu.

Apakah virus flu disebarkan melalui udara? Mana yang lebih berbahaya? batuk atau bersin atau bahkan tertawa?

Panduan pengendalian infeksi kebanyakan berdasar atas penelitian percobaan dan perkiraan para ahli, bukan berdasar data ilmiah yang kuat.

Dalam penelitian senilai 1,08 juta dolar singapura (833.000 dolar AS), didanai oleh Badan Penelitian Medis Nasional Singapura, Tang dan rekan-rekannya mendisain cermin cekung besar sama seperti yang digunakan untuk teleskop astronomi.

Cermin tersebut dilengkapi dengan kamera yang dapat memotret 250.000 gambar tiap detik sehingga para ilmuwan dapat mengamati aerosol (sistem tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara) atau semburan yang dihasilkan oleh batuk atau bersin yang melintasi cermin.

HATI-HATI SAAT TERTAWA DAN BERNYANYI

Dibantu oleh sukarelawan, Tang dan rekan-rekannya akan mempelajari kecepatan dan jarak dari udara yang dihembuskan atau patogen yang diproduksi dari batuk atau bersin dan bahkan tertawa, menangis, menyanyi, bersiul, berbicara, mendengkur dan bernafas.

“Kami akan mempelajari bentuk lain patogen yang memungkinkan karena semua bentuk udara yang dihembuskan berpotensi mengandung muatan yang menginfeksi yang menjangkau jarak yang lebih jauh,” kata Tang.

Mereka akan mengevaluasi intervensi seperti batuk yang ditutupi dengan kepalan yang longgar atau tisu dan berbagai jenis masker wajah untuk melihat seberapa efektif benda-benda tersebut untuk membawa patogen.

“Apa yang masyarakat lakukan setiap hari, kami dapat memvisualisasikannya secara langsung. Meneliti intervensi yang dilakukan sangat penting karena kami ingin tahu seberapa hal tersebut efektif,” kata Tang.

“Hal ini memiliki dampak terkait dana saat merencanakan mengenai pandemik selanjutnya.”

Dengan adanya wawasan yang lebih baik mengenai kekuatan aliran udara, peneliti berharap untuk membuat rekomendasi yang lebih baik bagi pengendalian infeksi seperti berapa jarak tempat tidur di rumah sakit dan tindakan karantina yang dilakukan dalam satu tempat untuk merawat seseorang yang terjangkit infeksi penyakit lewat udara seperti campak, flu dan TBC yang kebal atas pengobatan.

Dari gambar yang didapat sejauh ini, bersiul dan tertawa tampaknya menyebarkan infeksi dengan lebih efektif.

“Tertawa secara mengejutkan memproduksi aliran udara dengan kuat dan tersebar dan saya menduga bahwa bernyanyi (terutama bagi mereka yang terlatih bernyanyi opera) akan memproduksi patogen dengan lebih kuat dan menembus,” kata Tang.

“Namun apakah mereka akan menjadi infeksi atau penyakit tergantung banyak faktor lain seperti ketahanan virus atau respon imunitas tubuh orang tersebut yang sedang diteliti oleh tim lain.”

sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20110110/tls-sejauh-apa-kekuatan-bersin-dan-batuk-e850fa7.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Trik Ampuh Redakan Gigi Ngilu

Apakah gigi Anda sering merasa ngilu saat menggigit es krim atau bersentuhan dengan minuman panas serta dingin? Jika mengalaminya, mungkin Anda menderita gigi sensitif.

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja. Namun, mayoritas menimpa orang pada rentang usia 20 sampai 30-an tahun, terutama wanita. Mereka umumnya merasa ada sengatan ringan di gigi yang menimbulkan ketidaknyamanan ekstrim sesaat.

Dokter estetika gigi, Karishma Jaradi, berkata, “Masalah ini bisa terjadi pada satu atau lebih gigi yang dipicu makanan dan minuman panas, dingin, manis, atau asam. Bahkan udara dingin. Rasa ngilu bisa tajam menghujam ke ujung saraf gigi Anda. ” ujarnya seperti dikutip Times of India.

Menggosok gigi terlalu keras juga bisa menjadi penyebabnya. Jika Anda mengalami gejala-gejala gigi sensitif, memeriksakan diri ke dokter gigi memang menjadi solusi terbaik. Namun, ada cara cepat sebagai alternatif mengatasi gigi sensitif.

Berikut adalah beberapa solusi untuk membantu Anda mengatasi gigi sensitif:

1. Gunakan sikat gigi berbulu lembut karena memberikan tekanan lebih kecil saat menyikat gigi

2. Gunakan pasta gigi yang direkomendasikan oleh dokter gigi untuk membantu mengurangi sensitivitas gigi secara bertahap.

3. Menahan diri menggunakan obat kumur berbasis alkohol yang tersedia secara bebas di pasaran, karena cenderung merusak gigi.

4. Hindari makan makanan yang sangat asam, daging merah, dan makanan pedas.

5. Gunakan pasta gigi berfluorida

6. Hindari makanan dan minuman yang memicu sensitivitas gigi seperti, es krim, minum minuman panas, juga dingin

7. Mengunjungi dokter gigi secara teratur. (pet)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kapan Stres Bisa Jadi Penyakit

Setiap orang pasti akan mengalami stres. Jadi, wajar bila Anda merasakannya. Keadaan mental seperti ini normal terjadi karena dalam kadar tertentu sebenarnya kita memerlukannya, misalnya untuk menghadapi ancaman (eustress).

Menurut penelitian, stres merupakan respon mental seseorang saat menghadapi problematika kehidupan. Stres tak selamanya dapat menimbulkan penyakit, karena dalam taraf tertentu, kondisi ini amat penting untuk mengembangkan kepribadian kita.

Tetapi, Dr Suryo Dharmono Sp.KJ dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan catatan. “Stres yang berkepanjangan atau berlebihan dapat merugikan individu dan bisa menambah penderitaan (distress),” katanya di Jakarta.

Lalu, kapan saat yang tepat stres dapat dikatakan sebagai penyakit?

Dr Suryo menyatakan, stres memang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Khususnya, apabila kemampuan seseorang untuk menghadapi masalah mengalami penurunan. Bila itu terjadi, Anda perlu waspada, karena bisa jadi, stres yang Anda alami sama dengan sakit.

Selain itu, stres bisa dikatakan sama dengan sakit bila stres sampai menyebabkan berbagai keluhan psikis (mental emosional) maupun fisik. Dan jika stres menyebabkan hambatan dalam kehidupan psikososial, seperti menghambat pergaulan, pekerjaan bahkan penggunaan waktu senggang, maka Anda juga perlu waspada.

“Jika Anda tidak bisa menikmati waktu senggang dengan santai, itu salah satu tanda, Anda sedang stres.”

Melalui artikel ini, Dr Suryo juga membagikan pengetahuan tentang apa saja gejala stres yang sering dialami banyak orang. Dengan demikian, Anda bisa mengambil langkah-langkah penanganan sejak dini. Dan berikut ini gejalanya:

– Keluhan kronis berbagai gangguan fisik, seperti sakit maag, pusing, sakit kepala, sakit pinggang, sering masuk angin, dan berbagai keluhan yang berpindah-pindah.

– Selalu mengeluh tidak bisa tidur, meskipun orang di dekatnya melihatnya cukup tidur.

– Pelupa, sulit berkonsentrasi, sulit berpikir, pikiran kosong atau buntu. (pet)

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20110111/tls-kapan-stres-bisa-jadi-penyakit-34dae5e.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cara Bijak Makan Seafood

VIVAnews – Sashimi, sushi, kerapu bakar, tuna asam manis dan sop kepala kakap merah, semuanya makanan menggiurkan selera. Banyak orang di berbagai belahan dunia menggemarinya, mungkin termasuk Anda dan keluarga.

Tetapi tahukah Anda, bila kita semua tidak bijaksana dalam mengonsumsi makanan yang berasal dari laut ini, berarti kita ikut terlibat mempercepat kepunahan ikan laut.

Bahkan, para ilmuwan kelautan telah memprediksi kita semua akan mengonsumsi plankton pada 2050 mendatang, bila mulai hari ini tidak bijaksana memilih seafood. Plankton adalah pakan alami ikan laut.

“Ikan makin hari semakin seperti emas. Nelayan semakin susah mencarinya,” kata Imam Mustofa, Koordinator WWF-Indonesia National Fisheries Program, pada seminar bertajuk ‘Choose Your Food Right’ di @america Pacific Place, Jakarta.

Seperti Anda ketahui, ikan sangat baik bagi kesehatan manusia karena merupakan sumber protein, lemak, vitamin B6, B12, Biotin, dan Niacin, serta kaya akan mineral yang dapat meningkatkan kecerdasan otak.

Karena itu, tidak heran bila penggila sushi atau seafood makin hari makin meningkat, apalagi di Indonesia yang memiliki laut yang luasnya lebih kurang 5,6 juta kilometer persegi dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.

Namun lucunya, makin hari para nelayan mencari ikan di tempat yang lebih jauh dari garis pantai. Bahkan, nelayan-nelayan dari North Sea mulai mencari ikan di perairan coral triangle, yaitu Indonesia, Malaysia, Filiphina, Timor Leste, dan Papua New Guinea.

Permintaan yang tinggi dari masyarakat akan seafood menyebabkan perusahaan perikanan mendistribusikan ikan dari hasil tangkapan nelayan lebih banyak. Nelayan pun demi keuntungan yang lebih besar mencoba menjaring ikan dalam jumlah yang lebih banyak pula tanpa menghiraukan standar ukuran ikan yang dapat dipanen.

Sedangkan kondisi perikanan di Indonesia sendiri cukup mengkhawatirkan. Ukuran yang biasa ditangkap saat ini jauh lebih kecil dari ukuran standar penangkapan. Ikan tuna misalnya, standar penangkapannya adalah 600 gram, tetapi yang sering Anda temui pasti lebih kecil dari itu.

Solusi

Cobalah untuk bijak dalam memilih seafood yang akan Anda makan. WWF telah mengeluarkan ‘Seafood Guide’ berisi daftar jenis-jenis ikan yang dapat Anda hindari, kurangi, dan Anda makan.

Penyu dan telurnya, ketam kelapa, lobster atau udang karang, hiu, tuna sirip biru dan kuning, serta kerapu harus Anda dihindari karena populasinya sedikit sekali.

Sedangkan kepiting, kakap, udang, pari, dan gurita sebaiknya yang Anda kurangi. Begitu pula dengan telur ikan karena dengan memakan telur ikan, berarti Anda telah memusnahkan bibit ikan.

Lalu, apa yang dapat Anda makan sepuasnya; teri, tongkol, bandeng, bawal, sarden, tenggiri, cumi-cumi, dan ubur-ubur.

Kaget? Tenang saja! ‘Seafood Guide’ yang dibuat WWF bukanlah harga mati. Anda masih dapat makan tuna, kakap, udang asalkan betul-betul memperhatikan ukurannya. Pilihlah seafood yang ukurannya besar, karena yang berukuran kecil masih merupakan bayi.

Dengan mengikuti cara ini, maka Anda akan berhasil memaksa nelayan dan perusahaan perikanan untuk lebih bertanggung jawab. Dan Anda tidak perlu takut akan memberi makan anak dan cucu, plankton di kemudian hari. (pet)

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20110112/tls-cara-bijak-makan-seafood-34dae5e.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar